RESUME DASAR PENYUSUNAN DIET
MENURUT UMUR DAN STANDAR
MAKANAN RUMAH SAKIT
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Diet Terapi
Dosen Pengampu Dr. Sus Widayani, M.Si., Ir. Siti Fatonah, M.Kes.
Disusun oleh :
Nama : Yuliana Puji Lestari
NIM : 5404420026
PRODI PENDIDIDKAN TATA BOGA FAKULTAS TEKNIK
, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2022
Diet menurut kelompok usia
1. Bayi
Pertumbuhan pada bayi sangatah cepat. Untuk itu, penting sekali memperhatikan makananan
untuk menunjang tumbuh kembang otak dan pertumbuhan secara umum. Bayi mengkonsumsi ASI
hingga usai 6 bulan lalu akan diberikan makanan pendamping ASI setelahnya. ASI yang keluar
dari kelenjar susu ibu dibagi menjadi 3 macam berdasarkan waktu keluarnya dan kandungan
gizinya. ASI yang keluar pertama kali setelah melahirkan disebut collostrum. Setelah colostrum
tidak keluar lagi, akan disebut dengan ASI transisi dan setelah 10 hari melahirkan, ASI disebut
sebagai ASI matang/ dewasa. Collostrum berwarna putih sedikit kekuningan dan lebih kental
dibanding dengan ASI biasanya. Collostrum mengansung protein globulin, albumin, mineral dan
vitamin yang lebih tinggi (kecuali vitamin C,D, dan niacin). Collustrum juga mengandung
antimicrobial factors, yaitu antibodi, sel-sel darah putih, enzyme lysozyme, immonoglobulin dan
bifidus faktor
2. Balita
Tumbuh kembang balita memang tidak secepat tumbuh kembang pada bayi. Balita hingga usia
2 tahun otaknya masih mengalami perkembangan yang sangat pesat. Oleh sebab itu dipertlukan
makanan dengan zat gizi yang tinggi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Diusia balita, anak
biasanya mulai mengenali makanan dan akan meminta makanan yang mereka sukai saja. Bahkan
banyak ablita yang tidak mau makan nasi atau sayur dan lebih memilih makanan cepat saj yang
kurang sehat. Pada pemberian makanan terhadap anak perlu diperhatikan aspek-aspek untuk
menunjang selera makan anak seperti penampilan makanan yang dibuat bervariasi bentuk dan
warna.
3. Remaja
MENURUT UMUR DAN STANDAR
MAKANAN RUMAH SAKIT
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Diet Terapi
Dosen Pengampu Dr. Sus Widayani, M.Si., Ir. Siti Fatonah, M.Kes.
Disusun oleh :
Nama : Yuliana Puji Lestari
NIM : 5404420026
PRODI PENDIDIDKAN TATA BOGA FAKULTAS TEKNIK
, UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2022
Diet menurut kelompok usia
1. Bayi
Pertumbuhan pada bayi sangatah cepat. Untuk itu, penting sekali memperhatikan makananan
untuk menunjang tumbuh kembang otak dan pertumbuhan secara umum. Bayi mengkonsumsi ASI
hingga usai 6 bulan lalu akan diberikan makanan pendamping ASI setelahnya. ASI yang keluar
dari kelenjar susu ibu dibagi menjadi 3 macam berdasarkan waktu keluarnya dan kandungan
gizinya. ASI yang keluar pertama kali setelah melahirkan disebut collostrum. Setelah colostrum
tidak keluar lagi, akan disebut dengan ASI transisi dan setelah 10 hari melahirkan, ASI disebut
sebagai ASI matang/ dewasa. Collostrum berwarna putih sedikit kekuningan dan lebih kental
dibanding dengan ASI biasanya. Collostrum mengansung protein globulin, albumin, mineral dan
vitamin yang lebih tinggi (kecuali vitamin C,D, dan niacin). Collustrum juga mengandung
antimicrobial factors, yaitu antibodi, sel-sel darah putih, enzyme lysozyme, immonoglobulin dan
bifidus faktor
2. Balita
Tumbuh kembang balita memang tidak secepat tumbuh kembang pada bayi. Balita hingga usia
2 tahun otaknya masih mengalami perkembangan yang sangat pesat. Oleh sebab itu dipertlukan
makanan dengan zat gizi yang tinggi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Diusia balita, anak
biasanya mulai mengenali makanan dan akan meminta makanan yang mereka sukai saja. Bahkan
banyak ablita yang tidak mau makan nasi atau sayur dan lebih memilih makanan cepat saj yang
kurang sehat. Pada pemberian makanan terhadap anak perlu diperhatikan aspek-aspek untuk
menunjang selera makan anak seperti penampilan makanan yang dibuat bervariasi bentuk dan
warna.
3. Remaja