THE EFFECT OF EARNING PER SHARE (EPS), BOOK
VALUE (BV), RETURN ON ASSETS (ROA), AND
RETURN ON EQUITY (ROE) TO THE
STOCK RETURN
Indah Wahyuni, SE
Hadi Pramono, SE., M.Si
Ani Kusbandiyah, SE., M.Si
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Abstract
This research aimed to find out whether Earning Per Share (EPS), Book
Value (BV), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) affected
significantly positive to teh stock return of the property and real estate companies
listed in BEI.
The sampling method was by purposive sampling with the criteria of the
property and real estate companies listed in BEI 2010-2012. These companies
published the financial report in 2010-2012. The analysis was by double linear
regression with the significance level of (α) 0,05.
The research resulted that Earning Per Share affected positively on the
stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level of 0,002 less than 0,05. Book Value affected positively on the
stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level of 0,413 more than 0,05. Return On Assets affected positively
on the stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level of 0,150 more than 0,05. Return On Equity affected positively
on the stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level 0,464 more than 0,05.
Key Words : Earning Per Share (EPS), Book Value (BV), Return On Assets
(ROA), Return On Equity (ROE), and stock return.
, PENDAHULUAN
Pasar modal di Indonesia pada saat ini sudah mengalami perkembangan
yang sangat berarti. Pasar modal merupakan tempat bertemunya masyarakat atau
para investor yang ingin menginvestasikan dananya pada perusahaan yang sedang
membutuhkan dana. Sebelum melakukan investasi atau transaksi saham, tentunya
investor perlu membekali dirinya dengan memahami beberapa metode analisis
yang mudah diaplikasikan sesuai dengan pribadi dan kenyamanan investor. Para
investor cukup memilih metode yang mampu dipahami dan diterapkan dalam
memprediksi nilai yang terkandung dalam saham yang akan dibelinya (Tryfino,
2009). Apabila kesempatan investasi mempunyai tingkat resiko yang tinggi maka
investor akan mensyaratkan tingkat keuntungan yang tinggi pula. Dengan kata
lain semakin tinggi resiko suatu kesempatan investasi maka semakin tinggi pula
tingkat keuntungan (return) yang disyaratkan oleh investor (Jogiyanto, 2000).
Keuntungan investasi dipasar modal dapat dicerminkan melalui perolehan
return atas saham yang dipilih. Return merupakan hasil yang diperoleh dari
investasi (Jogiyanto, 2008). Return dapat berupa return realisasi yang sudah
terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi yang diharapkan terjadi di masa
mendatang (Jogiyanto, 2008). Pengukuran return realisasi/historikal adalah hal
yang penting bagi investor untuk menentukan seberapa baik kinerja aktiva
finansial yang dipilih sekaligus digunakan untuk mengestimasi return di masa
yang akan datang. Hal lain yang harus diperhatikan oleh investor adalah return
dan risiko. Return dan risiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar
risiko yang harus ditanggung, semakin besar return yang seharusnya di
kompensasikan (Jogiyanto, 2008).
Return saham bervariasi, tergantung dari lama dan jenis investasi. Jika
suatu perusahaan menerima pendapatan, dana pemilik dalam bentuk saham juga
mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika suatu perusahaan mengalami kerugian
atau bahkan kebangkrutan, hak untuk para kreditor menjadi prioritas sementara
nilai saham akan mengalami penurunan. Kesimpulannya, nilai saham merupakan
indeks yang tepat dalam mengukur efektivitas suatu perusahaan serta
memaksimalkan nilai perusahaan dan kemakmuran para pemegang saham
(Pradhono dan Christiawan 2004).
Penelitian ini penting dilakukan karena untuk membantu investor dalam
pengambilan keputusan investasi pada perusahaan yang akan ditanamkan
modalnya. Serta untuk menilai kondisi laporan keuangan dan prestasi perusahaan
itu baik maka akan menimbulkan kepercayaan terhadap investor untuk
menginvestasikan dana atau menanamkan saham pada perusahaan untuk
memperoleh return saham yang tinggi.
VALUE (BV), RETURN ON ASSETS (ROA), AND
RETURN ON EQUITY (ROE) TO THE
STOCK RETURN
Indah Wahyuni, SE
Hadi Pramono, SE., M.Si
Ani Kusbandiyah, SE., M.Si
Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Abstract
This research aimed to find out whether Earning Per Share (EPS), Book
Value (BV), Return On Assets (ROA), and Return On Equity (ROE) affected
significantly positive to teh stock return of the property and real estate companies
listed in BEI.
The sampling method was by purposive sampling with the criteria of the
property and real estate companies listed in BEI 2010-2012. These companies
published the financial report in 2010-2012. The analysis was by double linear
regression with the significance level of (α) 0,05.
The research resulted that Earning Per Share affected positively on the
stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level of 0,002 less than 0,05. Book Value affected positively on the
stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level of 0,413 more than 0,05. Return On Assets affected positively
on the stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level of 0,150 more than 0,05. Return On Equity affected positively
on the stock return of the property and real estate companies listed in BEI with
significance level 0,464 more than 0,05.
Key Words : Earning Per Share (EPS), Book Value (BV), Return On Assets
(ROA), Return On Equity (ROE), and stock return.
, PENDAHULUAN
Pasar modal di Indonesia pada saat ini sudah mengalami perkembangan
yang sangat berarti. Pasar modal merupakan tempat bertemunya masyarakat atau
para investor yang ingin menginvestasikan dananya pada perusahaan yang sedang
membutuhkan dana. Sebelum melakukan investasi atau transaksi saham, tentunya
investor perlu membekali dirinya dengan memahami beberapa metode analisis
yang mudah diaplikasikan sesuai dengan pribadi dan kenyamanan investor. Para
investor cukup memilih metode yang mampu dipahami dan diterapkan dalam
memprediksi nilai yang terkandung dalam saham yang akan dibelinya (Tryfino,
2009). Apabila kesempatan investasi mempunyai tingkat resiko yang tinggi maka
investor akan mensyaratkan tingkat keuntungan yang tinggi pula. Dengan kata
lain semakin tinggi resiko suatu kesempatan investasi maka semakin tinggi pula
tingkat keuntungan (return) yang disyaratkan oleh investor (Jogiyanto, 2000).
Keuntungan investasi dipasar modal dapat dicerminkan melalui perolehan
return atas saham yang dipilih. Return merupakan hasil yang diperoleh dari
investasi (Jogiyanto, 2008). Return dapat berupa return realisasi yang sudah
terjadi atau return ekspektasi yang belum terjadi yang diharapkan terjadi di masa
mendatang (Jogiyanto, 2008). Pengukuran return realisasi/historikal adalah hal
yang penting bagi investor untuk menentukan seberapa baik kinerja aktiva
finansial yang dipilih sekaligus digunakan untuk mengestimasi return di masa
yang akan datang. Hal lain yang harus diperhatikan oleh investor adalah return
dan risiko. Return dan risiko mempunyai hubungan yang positif, semakin besar
risiko yang harus ditanggung, semakin besar return yang seharusnya di
kompensasikan (Jogiyanto, 2008).
Return saham bervariasi, tergantung dari lama dan jenis investasi. Jika
suatu perusahaan menerima pendapatan, dana pemilik dalam bentuk saham juga
mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika suatu perusahaan mengalami kerugian
atau bahkan kebangkrutan, hak untuk para kreditor menjadi prioritas sementara
nilai saham akan mengalami penurunan. Kesimpulannya, nilai saham merupakan
indeks yang tepat dalam mengukur efektivitas suatu perusahaan serta
memaksimalkan nilai perusahaan dan kemakmuran para pemegang saham
(Pradhono dan Christiawan 2004).
Penelitian ini penting dilakukan karena untuk membantu investor dalam
pengambilan keputusan investasi pada perusahaan yang akan ditanamkan
modalnya. Serta untuk menilai kondisi laporan keuangan dan prestasi perusahaan
itu baik maka akan menimbulkan kepercayaan terhadap investor untuk
menginvestasikan dana atau menanamkan saham pada perusahaan untuk
memperoleh return saham yang tinggi.