DIKTAT KULIAH
ANATOMI VETERINER I
SKULL
(TENGKORAK)
OLEH
I NENGAH WANDIA
LABORATORIUM ANATOMI DAN EMBRIOLOGI VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016
, DAFTA ISI
HALAMAN
SKULL ........................................................................................... 1
SKULL KUDA ................................................................................ 3
PERMUKAAN DORSAL/FRONTAL ............................................ 4
PERMUKAAN LATERAL ............................................................. 5
PERMUKAAN VENTRAL/BASAL .............................................. 8
PERMUKAAN NUCHALIS/OCCIPITALIS ................................. 10
MANDIBULA ................................................................................. 11
OSSA HYOIDEUM ......................................................................... 15
CAVUM CRANII ............................................................................ 16
SINUS PARANASALIS .................................................................. 17
, SKULL
(TULANG TENGKORAK)
Skull melindungi otak dan organ sensori (pengelihatan, penciuman, pendengaran,
keseibangan, pengecap), menyediakan lubang untuk aliran udara dan pakan, serta
rahang bawah termasuk geligi untuk mengunyah.
Istilah cranium terkadang digunakan untuk menyatakan tulang penyusun skull yang
membentuk tempat (cavum cranii) dan melindungi otak, dengan mengecualikan
tulang rahang bawah (mandibula) dan tulang-tulang wajah (ossa facei).
NAV (Nomina Anatomica Veterinaria, 1968) membagi Skull menjadi dua yaitu ossa
cranii dan ossa facei. Ossa cranii adalah tulang-tulang yang membentuk cavum cranii
yang ditempati oleh otak (neurocranii). Ossa cranii meliputi os occipitale,
interparietale, basisphenoidale, presphenoidale, pterygoideum, temporale, parietale,
frontale, ethmoidale, dan vomer. Ossa facei adalah tulang yang membentuk wajah.
Ossa facei terdiri atas os nasale, concha, maxilla, lacrimale, incisivum, palatinum,
zygomaticum, mandibula, dan hyoideum (tulang lidah).
Sebagian besar tulang penyusun skull adalah pipih dan berkembang di dalam
membran. Tulang-tulang yang membentuk basis cranii dikelompokkan ke dalam
tulang tidak beraturan (ireguler) dan berkembang di dalam kartilago. Hanya dua
tulang membentuk persendian yang dapat bergerak dengan tulang penyusun skull
lainnya. Os mandibula membentuk sendi sinovial dengan os temporale, dan ossa
hyoideum dilekatkan ke tulang dibelakangnya melalui kartilago. Sendi yang tidak
dapat bergerak antar tulang skull disebut sutura. Dengan peningkatan umur, beberapa
sutura menghilang karena penyatuan antar tulang yang bersendian.
Tepian tulang skull yang bersendian bervariasi. Tepian tulang yang saling bergerigi
membentuk sutura serrata, contoh sutura interfrontalis. Tepian tulang miring dan
saling tumpuk membentuk sutura squamosa, contoh pertemuan bagian squamosa os
temporale dengan os parietale. Tepian tulang rata atau sedikit kasar membentuk
sutura plana (harmonia), contoh sutura internasale atau sutura antar bagian horizontal
1
ANATOMI VETERINER I
SKULL
(TENGKORAK)
OLEH
I NENGAH WANDIA
LABORATORIUM ANATOMI DAN EMBRIOLOGI VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016
, DAFTA ISI
HALAMAN
SKULL ........................................................................................... 1
SKULL KUDA ................................................................................ 3
PERMUKAAN DORSAL/FRONTAL ............................................ 4
PERMUKAAN LATERAL ............................................................. 5
PERMUKAAN VENTRAL/BASAL .............................................. 8
PERMUKAAN NUCHALIS/OCCIPITALIS ................................. 10
MANDIBULA ................................................................................. 11
OSSA HYOIDEUM ......................................................................... 15
CAVUM CRANII ............................................................................ 16
SINUS PARANASALIS .................................................................. 17
, SKULL
(TULANG TENGKORAK)
Skull melindungi otak dan organ sensori (pengelihatan, penciuman, pendengaran,
keseibangan, pengecap), menyediakan lubang untuk aliran udara dan pakan, serta
rahang bawah termasuk geligi untuk mengunyah.
Istilah cranium terkadang digunakan untuk menyatakan tulang penyusun skull yang
membentuk tempat (cavum cranii) dan melindungi otak, dengan mengecualikan
tulang rahang bawah (mandibula) dan tulang-tulang wajah (ossa facei).
NAV (Nomina Anatomica Veterinaria, 1968) membagi Skull menjadi dua yaitu ossa
cranii dan ossa facei. Ossa cranii adalah tulang-tulang yang membentuk cavum cranii
yang ditempati oleh otak (neurocranii). Ossa cranii meliputi os occipitale,
interparietale, basisphenoidale, presphenoidale, pterygoideum, temporale, parietale,
frontale, ethmoidale, dan vomer. Ossa facei adalah tulang yang membentuk wajah.
Ossa facei terdiri atas os nasale, concha, maxilla, lacrimale, incisivum, palatinum,
zygomaticum, mandibula, dan hyoideum (tulang lidah).
Sebagian besar tulang penyusun skull adalah pipih dan berkembang di dalam
membran. Tulang-tulang yang membentuk basis cranii dikelompokkan ke dalam
tulang tidak beraturan (ireguler) dan berkembang di dalam kartilago. Hanya dua
tulang membentuk persendian yang dapat bergerak dengan tulang penyusun skull
lainnya. Os mandibula membentuk sendi sinovial dengan os temporale, dan ossa
hyoideum dilekatkan ke tulang dibelakangnya melalui kartilago. Sendi yang tidak
dapat bergerak antar tulang skull disebut sutura. Dengan peningkatan umur, beberapa
sutura menghilang karena penyatuan antar tulang yang bersendian.
Tepian tulang skull yang bersendian bervariasi. Tepian tulang yang saling bergerigi
membentuk sutura serrata, contoh sutura interfrontalis. Tepian tulang miring dan
saling tumpuk membentuk sutura squamosa, contoh pertemuan bagian squamosa os
temporale dengan os parietale. Tepian tulang rata atau sedikit kasar membentuk
sutura plana (harmonia), contoh sutura internasale atau sutura antar bagian horizontal
1