Counceling in Online Environment
A. Konseling Online
Konseling online pertama kali muncul pada dekade 1960 dan 1970 dengan
perangkat lunak program Eliza dan Parry, pada perkembangan awal konseling online
dilakukan berbasis teks, dan sekarang sekitar sepertiga dari situs menawarkan
konseling hanya melalui e-mail (Shaw & Shaw dalam Koutsonika, 2009). Pada tahun
1999, ISMHO mendirikan Online Clinical Case Study Group (CSG) terdiri dari para
profesional kesehatan mental dari bidang psikologi, psikiatri, pekerja sosila,
keperawatan, terapi keluarga dan konseling komunitas (Kraus, 2010). Istilah
konseling online merupakan dua kata yang berbeda yaitu “konseling” berasal dari
kata “Counseling” (Inggris) dan kata ”Online”. Kedua kata tersebut lebih lanjut dapat
dimaknai sebagai berikut: Konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari
bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan
agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau
masalah khusus (Winkel, 2005). Dalam proses konseling online sedikit memiliki
perbedaan dengan konseling face to face dimana pada konseling online ada berbagai
ketentuan,kemampuan serta keterampilan yang dilakukan. Konseling online dapat
menjadi solusi terbaik apabila mengalami hambatan untuk melakukan konseling tatap
muka.
Konseling adalah suatu proses yang terjadi dalam hubungan seseorang yaitu
individu yang mengalami masalah yang tak dapat diatasinya, dengan seorang petugas
profesional yang telah memperoleh latihan dan pengalaman untuk membantu agar
klien memecahkan kesulitanya (Wilis,2007:18). Konseling individual yaitu layanan
bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik atau konseli
mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru
pembimbing dalam rangka pembahasan pengentasan masalah pribadi yang di derita
konseli(Hellen,2005). Konseling individual adalah proses pemberian bantuan yang dia
lakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu
yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien) yang bermuara pada teratasinya
masalah yang dihadapi klien (Prayitno & Amti, 1994:105). Teknik–teknik yang
digunakan dalam konseling individual antara lain: adanya sikap menghampiri klien
(attending), empati, refleksi, eksplorasi, menangkap pesan utama, bertanya untuk
1
A. Konseling Online
Konseling online pertama kali muncul pada dekade 1960 dan 1970 dengan
perangkat lunak program Eliza dan Parry, pada perkembangan awal konseling online
dilakukan berbasis teks, dan sekarang sekitar sepertiga dari situs menawarkan
konseling hanya melalui e-mail (Shaw & Shaw dalam Koutsonika, 2009). Pada tahun
1999, ISMHO mendirikan Online Clinical Case Study Group (CSG) terdiri dari para
profesional kesehatan mental dari bidang psikologi, psikiatri, pekerja sosila,
keperawatan, terapi keluarga dan konseling komunitas (Kraus, 2010). Istilah
konseling online merupakan dua kata yang berbeda yaitu “konseling” berasal dari
kata “Counseling” (Inggris) dan kata ”Online”. Kedua kata tersebut lebih lanjut dapat
dimaknai sebagai berikut: Konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari
bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan
agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau
masalah khusus (Winkel, 2005). Dalam proses konseling online sedikit memiliki
perbedaan dengan konseling face to face dimana pada konseling online ada berbagai
ketentuan,kemampuan serta keterampilan yang dilakukan. Konseling online dapat
menjadi solusi terbaik apabila mengalami hambatan untuk melakukan konseling tatap
muka.
Konseling adalah suatu proses yang terjadi dalam hubungan seseorang yaitu
individu yang mengalami masalah yang tak dapat diatasinya, dengan seorang petugas
profesional yang telah memperoleh latihan dan pengalaman untuk membantu agar
klien memecahkan kesulitanya (Wilis,2007:18). Konseling individual yaitu layanan
bimbingan dan konseling yang memungkinkan peserta didik atau konseli
mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) dengan guru
pembimbing dalam rangka pembahasan pengentasan masalah pribadi yang di derita
konseli(Hellen,2005). Konseling individual adalah proses pemberian bantuan yang dia
lakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (konselor) kepada individu
yang sedang mengalami sesuatu masalah (klien) yang bermuara pada teratasinya
masalah yang dihadapi klien (Prayitno & Amti, 1994:105). Teknik–teknik yang
digunakan dalam konseling individual antara lain: adanya sikap menghampiri klien
(attending), empati, refleksi, eksplorasi, menangkap pesan utama, bertanya untuk
1