BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bola voli merupakan suatu permainan beregu yang dimainkan oleh dua
tim yang saling berhadapan dan masing-masing terdiri dari enam pemain.
Permainan bola voli sangat terkenal di masyarakat, dimulai dari kalangan atas
sampai kalangan bawah sudah tidak asing lagi dengan nama permainan bola voli.
Sering dijumpai di daerah-daerah tertentu permainan bola voli ini dimainkan oleh
banyak orang, muda maupun dewasa. Kebanyakan orang memainkan bola voli ini
untuk mengisi waktu luang, mencari keringat, dan bahkan untuk prestasi yang
meringankan mereka untuk melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi.
Pengertian bola voli menurut Sunardi dan Deddy Whinata Kardiyanto
(2015:2) “Cara memainkan bola voli yaitu dengan memantulk-mantulkan bola
dengan tangan di udara melewati atas net/tali tanpa ada batas waktu sentuhan”.
Bola voli menjadi cabang olahraga permainan yang menyenangkan karena dapat
beradaptasi dengan kondisi yang mungkin timbul di dalamnya, dapat dimainkan
dengan jumlah pemain yang bervariasi seperti voli pantai dengan jumlah pemain 2
orang, dan permainan dengan jumlah 6 orang yang biasa sering digunakan.
Olahraga bola voli dapat dimainkan disegala bentuk lapangan seperti rumput,
kayu, pasir, ataupun lantai buatan, serta dapat dilakukan di gedung.
Menurut Sunardi dan Deddy Whinata Kardiyanto (2015:15-47)
“Permainan bola voli mempunyai beberapa macam teknik dasar yaitu: 1) teknik
1
, 2
servis, 2) teknik passing, 3) Teknik spike, 4) Teknik bendungan (block)”. Untuk
menguasai teknik-teknik dasar tersebut diperlukan latihan-latihan teknik dasar
secara terus menerus dan dilakukan pengulangan dari tingkat anak-anak sampai
benar-benar menguasai.
Seiring berkembangnya permainan bola voli sekarang ini banyak
pertandingan-pertandingan bola voli untuk mencari pemain-pemain yang handal
dalam bermain bola voli yang jika dibina akan menjadi atlet profesional. Adanya
pembinaan tidak hanya dilakukan di wilayah daerah saja namun di lembaga-
lembaga pendidikan baik di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
maupun di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS).
Tujuan diadakannya pembinaan ini adalah sebagai wadah penyaluran
bakat anak-anak yang masih dalam usia muda atau pertumbuhan, yaitu pada anak
yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP) ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK). Permainan bola voli merupakan salah satu materi pembelajaran yang
masuk dalam mata pelajaran pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani merupakan
suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang
dilakukan secara sadar dan sistematik. Hal ini dilakukan melalui barbagai kegiatan
dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan,
kecerdasan, serta pembentukan watak.
Meskipun mata pelajaran pendidikan jasmani tidak diujikan dalam Ujian
Nasional, namun pendidikan jasmani perlu dipahami dan dikuasai oleh siswa,
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Bola voli merupakan suatu permainan beregu yang dimainkan oleh dua
tim yang saling berhadapan dan masing-masing terdiri dari enam pemain.
Permainan bola voli sangat terkenal di masyarakat, dimulai dari kalangan atas
sampai kalangan bawah sudah tidak asing lagi dengan nama permainan bola voli.
Sering dijumpai di daerah-daerah tertentu permainan bola voli ini dimainkan oleh
banyak orang, muda maupun dewasa. Kebanyakan orang memainkan bola voli ini
untuk mengisi waktu luang, mencari keringat, dan bahkan untuk prestasi yang
meringankan mereka untuk melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih
tinggi.
Pengertian bola voli menurut Sunardi dan Deddy Whinata Kardiyanto
(2015:2) “Cara memainkan bola voli yaitu dengan memantulk-mantulkan bola
dengan tangan di udara melewati atas net/tali tanpa ada batas waktu sentuhan”.
Bola voli menjadi cabang olahraga permainan yang menyenangkan karena dapat
beradaptasi dengan kondisi yang mungkin timbul di dalamnya, dapat dimainkan
dengan jumlah pemain yang bervariasi seperti voli pantai dengan jumlah pemain 2
orang, dan permainan dengan jumlah 6 orang yang biasa sering digunakan.
Olahraga bola voli dapat dimainkan disegala bentuk lapangan seperti rumput,
kayu, pasir, ataupun lantai buatan, serta dapat dilakukan di gedung.
Menurut Sunardi dan Deddy Whinata Kardiyanto (2015:15-47)
“Permainan bola voli mempunyai beberapa macam teknik dasar yaitu: 1) teknik
1
, 2
servis, 2) teknik passing, 3) Teknik spike, 4) Teknik bendungan (block)”. Untuk
menguasai teknik-teknik dasar tersebut diperlukan latihan-latihan teknik dasar
secara terus menerus dan dilakukan pengulangan dari tingkat anak-anak sampai
benar-benar menguasai.
Seiring berkembangnya permainan bola voli sekarang ini banyak
pertandingan-pertandingan bola voli untuk mencari pemain-pemain yang handal
dalam bermain bola voli yang jika dibina akan menjadi atlet profesional. Adanya
pembinaan tidak hanya dilakukan di wilayah daerah saja namun di lembaga-
lembaga pendidikan baik di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
maupun di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta (PTN/PTS).
Tujuan diadakannya pembinaan ini adalah sebagai wadah penyaluran
bakat anak-anak yang masih dalam usia muda atau pertumbuhan, yaitu pada anak
yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama
(SMP) ataupun Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK). Permainan bola voli merupakan salah satu materi pembelajaran yang
masuk dalam mata pelajaran pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani merupakan
suatu proses seseorang sebagai individu maupun anggota masyarakat yang
dilakukan secara sadar dan sistematik. Hal ini dilakukan melalui barbagai kegiatan
dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan,
kecerdasan, serta pembentukan watak.
Meskipun mata pelajaran pendidikan jasmani tidak diujikan dalam Ujian
Nasional, namun pendidikan jasmani perlu dipahami dan dikuasai oleh siswa,