cycle: Individual, family, and Social Perspectives. Pearson.
CHAPTER 2
WOMEN AND THE FAMILY LIFE CYCLE
Women’s Changing Life Cycle Roles
● Dalam masyarakat, tugas seorang wanita adalah sebagai pengelola rumah:
menyediakan makanan, melakukan pengasuhan, menjaga dari yang paling kecil sampai
tua, membuat tradisi-tradisi keluarga, membelikan hadiah, merancang perayaan ulang
tahun, merawat yang sakit, menangisi yang meninggal, serta menemani yang
ditinggalkan.
● Wanita lebih rentan terhadap stress karena diekspos ke kehidupan di sekitar mereka
dan merasa terlibat dalam hidupnya, serta lebih responsif secara emosional kepada
mereka.
○ Apalagi ketika penyakit, perceraian, dan PHK terjadi kepada mereka.
○ Wanita lebih terdampak secara emosional terhadap peristiwa di lingkungannya,
seperti kematian
○ Women have more demands for nurturance made on them
● Women were the artistic creators of the home, but not the artists of record
○ Masak iya, tapi g jd chef
● Peran wanita berubah seiring zaman, namun isu yang sama tetap ada, yaitu keinginan
mengatur hidupnya sendiri tanpa terikat apapun.
○ Oleh karena itu, wanita menunda untuk menikah dan memiliki anak agar dapat
menjadi independen.
○ Muncul fenomena wanita usia 30an dan 40an tahun memilih untuk membesarkan
anak sendiri.
○ Pasangan lesbian juga memulai konsep membesarkan anak bersama, serta
mulai memperluas konsep keluarga dan komunitas yang mereka miliki
Women and Education
● Dalam pendidikan, para profesor dan peneliti mayoritas adalah pria sehingga sulit bagi
wanita untuk mencari mentor sehingga wanita seringkali dikesampingkan.
● Hak yang sama belum tercapai dalam dunia pendidikan. Wanita seringkali merasa tidak
cukup (inadequate) dan tidak layak untuk menjadi mencolok dan memberikan opini.
○ Masyarakat perlu untuk memvalidasi dan mengapresiasi pengakuan wanita
bahwa mereka tidak tahu segalanya dan menahan diri untuk mendeklarasikan
pernyataan.
● Pendidikan yang ditempuh wanita menjadi tidak ada hubungannya dengan kehidupan
yang mereka alami akibat ketidaksetaraan dalam hubungan interpersonal dan tanggung
jawab keluarga yang diberlakukan oleh norma masyarakat.
● → Women of color dan lesbians diperlakukan dengan asumsi sosial yang tidak ada
hubungannya dengan kehidupan yang mereka jalani sehingga mereka harus berusaha
melakukan improvisasi untuk berelasi demi bertahan hidup.
, ● → Terapis memiliki peran penting dalam setiap fase kehidupan wanita dalam
mendukung ide, intuisi, dan kemampuan adaptif untuk membantu wanita menyadari
bahwa mereka bukan penipu dan memvalidasi cara berpikir mereka.
Women and Work
● Mayoritas wanita masih mengalami sex-segregated dan bekerja dalam pekerjaan yang
memiliki upah rendah seperti sekretaris/asisten administrasi, guru, perawat, pengasuh
anak, pelayan rumah makan, dan pekerja kebersihan.
● Beberapa mitos tentang wanita yang bekerja:
○ “Wanita hanya bekerja untuk mendapatkan uang bagi dirinya sendiri dengan
alasan egois.” Padahal, pada abad ke-21, wanita bekerja untuk kesejahteraan
keluarganya. Pada kultur tradisional, ibu selalu bekerja dan anak dibesarkan oleh
kakek nenek atau saudara yang lebih tua
○ “Ibu yang bekerja akan berpengaruh buruk bagi anak.” Padahal, pekerjaan ibu
dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kesejahteraan ibu.
● Ibu yang bekerja memiliki aspirasi yang lebih tinggi untuk anak-anaknya, sedangkan
maternal depression--yang berkaitan dengan keadaan tidak bekerja--memiliki dampak
negatif terhadap anak.
○ Contoh perilaku ibu bekerja: lebih aktif mendiskusikan perkembangan sekolah,
mendukung pembentukan kemandirian, lebih puas dalam mengasuh, konflik
keluarga yang lebih sedikit, dan lebih efektif dalam membuat batasan.
■ Anak yang diasuh memiliki masalah perilaku yang lebih sedikit dan
hubungan emosional dalam keluarga yang lebih kuat.
● Wanita dengan status pekerjaan yang lebih tinggi memiliki lebih banyak keuntungan.
Dukungan sosial dari pekerjaan memberi dampak positif bagi kesehatan.
● Di US, pemberian upah yang setara menjadi isu wanita dalam pekerjaan, padahal
pendapatan wanita merupakan lebih dari 50 % pendapatan keluarga dalam sepertiga
keluarga dan ⅖ wanita bekerja adalah penafkah tunggal dalam keluarga.
○ Undercompensation women of color lebih besar
● Pencapaian tinggi dalam pekerjaan yang diperoleh ibu lebih memprediksi pencapaian
tinggi anak-anaknya daripada yang diperoleh ayah.
● Bagi wanita, tuntutan pekerjaan dan keluarga seringkali bertabrakan karena di keluarga
wanita juga memiliki tuntutan untuk nurture.
● Wanita yang memiliki peran-peran lain selain dalam keluarga ditemukan lebih sehat. Hal
ini muncul karena peran yang dijalani memberikan rasa percaya diri dan kesadaran akan
kompetensi personal. Ketika tidak lagi bekerja (dalam pekerjaan yang dibayar penuh),
wanita merasa kehilangan kuasa dalam hubungan, fleksibilitas pekerjaan, dan opsi
finansial mereka.
● Konflik eksternal dalam pekerjaan: wanita mengalami undercompensation dan
pelecehan seksual.
Women in Families