The Philosopher's Stone
Batu Filsuf
By Hans Christian Andersen
--Translated : Timur Wardana--
Far away towards the east, in India, which seemed in Nun jauh kearah timur, di India, pada masa itu yang
those days the world's end, stood the Tree of the Sun; tampak seperti akhir dunia, tumbuh Pohon Matahari;
a noble tree, such as we have never seen, and perhaps sebuah pohon nan mulia, sesuatu yang belum pernah
never may see. kita lihat, dan kemungkinan tidak akan pernah kita
lihat lagi.
The summit of this tree spread itself for miles like an Puncak pohon ini membentangkan dirinya bermil-mil
entire forest, each of its smaller branches forming a jauhnya seperti hutan yang utuh, setiap dahannya
complete tree. Palms, beech-trees, pines, plane-trees, yang lebih kecil membentuk pohon yang lengkap.
and various other kinds, which are found in all parts of Pohon palem, Pohon Beech (Fagus), pinus, Platanus
the world, were here like small branches, shooting , dan berbagai jenis lainnya, yang ditemukan di
forth from the great tree; while the larger boughs, with seluruh penjuru dunia, ada di sini seperti dahan-
their knots and curves, formed valleys and hills, dahan kecil yang menyembul keluar dari pohon
clothed with velvety green and covered with flowers. besar; sementara dahan-dahan yang lebih besar,
Everywhere it was like a blooming meadow or a dengan simpul-simpul dan lengkungan-
lovely garden. Here were birds from all quarters of the lengkungannya, membentuk lembah-lembah dan
world assembled together; birds from the primeval bukit-bukit, diselimuti oleh warna hijau beludru dan
forests of America, from the rose gardens of ditutupi dengan bunga-bunga. Di mana-mana
Damascus, and from the deserts of Africa, in which tampak seperti padang rumput yang bermekaran
the elephant and the lion may boast of being the only atau taman yang indah. Di sinilah burung-burung
rulers. Birds from the Polar regions came flying here, dari seluruh penjuru dunia berkumpul bersama;
and of course the stork and the swallow were not kawanan burung dari hutan-hutan purba di Amerika,
absent. But the birds were not the only living dari taman-taman mawar di Damaskus, dan dari
,creatures. There were stags, squirrels, antelopes, and padang pasir Afrika, tempat satu-satunya penguasa
hundreds of other beautiful and light-footed animals adalah gajah dan singa. Burung-burung dari daerah
here found a home. Kutub terbang ke sini, dan tentu saja burung bangau
dan burung layang-layang tidak ketinggalan. Tetapi
tak hanya spesies burung saja yang hidup di sini.
Ada rusa jantan, tupai, kijang, dan ratusan hewan
cantik dan berkaki ringan lainnya yang menemukan
habitatnya di sini.
The summit of the tree was a wide-spreading garden, Puncak pohon itu adalah sebuah taman yang
and in the midst of it, where the green boughs formed terbentang luas, dan di tengah-tengahnya, di mana
a kind of hill, stood a castle of crystal, with a view dahan-dahan hijau membentuk semacam bukit,
from it towards every quarter of heaven. Each tower berdiri sebuah kastil kristal, dengan panorama dari
was erected in the form of a lily, and within the stern sini mengarah ke setiap belahan cakrawala. Setiap
was a winding staircase, through which one could menara didirikan dalam bentuk bunga bakung, dan
ascend to the top and step out upon the leaves as upon didalam menara terdapat tangga yang berkelok-
balconies. The calyx of the flower itself formed a most kelok, dimana seseorang dapat naik ke atas dan
beautiful, glittering, circular hall, above which no melangkah keluar di atas daun-daun seperti di atas
other roof arose than the blue firmament and the sun balkon. Kelopak bunga itu sendiri membentuk aula
and stars. melingkar yang paling indah, berkilauan, dan
melingkar, yang di atasnya tidak ada atap lain yang
muncul selain cakrawala biru dan matahari serta
bintang-bintang.
Just as much splendor, but of another kind, appeared Pemandangan yang sama megahnya, selain dari
below, in the wide halls of the castle. Here, on the bentuk lainnya, tampak di bawah, di aula kastil yang
walls, were reflected pictures of the world, which luas. Di ruangan ini, terlukisan gambaran dunia
represented numerous and varied scenes of everything yang menggambarkan banyak dan beraneka ragam
that took place daily, so that it was useless to read the peristiwa yang terjadi setiap hari, sehingga percuma
newspapers, and indeed there were none to be membaca koran, dan memang tidak ada satu pun
obtained in this spot. All was to be seen in living yang bisa ditemukan di tempat ini. Segalanya dapat
pictures by those who wished it, but all would have dilihat dalam gambaran kehidupan bagi mereka yang
been too much for even the wisest man, and this man menginginkannya, tetapi semua itu tentu saja terlalu
, dwelt here. His name is very difficult; you would not berlebihan bahkan bagi orang yang paling bijaksana
be able to pronounce it, so it may be omitted. He knew sekalipun, dan orang inilah yang tinggal di sini.
everything that a man on earth can know or imagine. Namanya sangat sulit; Anda tidak akan dapat
Every invention already in existence or yet to be, was mengucapkannya, jadi mungkin akan diabaikan. Ia
known to him, and much more; still everything on mengetahui segalanya yang bisa diketahui atau
earth has a limit. The wise king Solomon was not half dibayangkan oleh manusia di bumi. Berbagai
so wise as this man. He could govern the powers of penemuan yang sudah ada atau yang belum ada,
nature and held sway over potent spirits; even Death diketahui olehnya, dan masih banyak lagi; namun
itself was obliged to give him every morning a list of segala sesuatu yang ada di bumi ini ada batasnya.
those who were to die during the day. And King Raja Solomon bukanlah raja yang bijaksana seperti
Solomon himself had to die at last, and this fact it was orang ini. Dia bisa mengendalikan kekuatan alam
which so often occupied the thoughts of this great man dan mengendalikan roh-roh yang kuat; bahkan Sang
in the castle on the Tree of the Sun. He knew that he Pencabut Nyawa sendiri diwajibkan memberinya
also, however high he might tower above other men in setiap pagi daftar orang-orang yang akan mati
wisdom, must one day die. He knew that his children sepanjang hari. Dan Raja Salomo sendiri akhirnya
would fade away like the leaves of the forest and harus mati, dan fakta inilah yang sering mengganggu
become dust. He saw the human race wither and fall pikiran sang Mahaguru di kastil di Pohon Matahari.
like leaves from the tree; he saw new men come to fill Ia tahu bahwa ia juga, betapapun hebatnya ia
their places, but the leaves that fell off never sprouted menjulang melampaui orang-orang lain dalam hal
forth again; they crumbled to dust or were absorbed kebijaksanaan, suatu hari nanti pasti akan mati. Ia
into other plants. tahu bahwa keturunannya akan layu seperti daun-
daun di hutan dan menjadi debu. Ia melihat umat
manusia layu dan gugur seperti daun-daun dari
pohon; ia melihat orang-orang baru datang untuk
mengisi tempat mereka, tetapi daun-daun yang gugur
tidak pernah bertunas lagi; daun-daun itu hancur
menjadi debu atau terserap ke dalam tanaman lain.
"What happens to man," asked the wise man of "Apa yang terjadi pada manusia," tanya sang
himself, "when touched by the angel of death? What bijaksana pada dirinya sendiri, "sewaktu disentuh
can death be? The body decays, and the soul. Yes; oleh malaikat maut? Bagaimana bisa terjadi
what is the soul, and whither does it go?" kematian? Tubuh membusuk, dan jiwa. Ya; apakah