NAMA : DINA LUTFIASARI
NIM : F0322041
KELAS :B
UJIAN AKHIR SEMESTER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SEMESTER GENAP FEBRUARI – JULI 2024
PROGRAM STUDI: S1 AKUNTANSI
Mata Uji : Perpajakan 2
Hari / Tanggal : Rabu, 19 Juni 2024
Jurusan/SMT/Kelas : Akuntansi (Kelas B)
Waktu Ujian : 600 menit
Dosen Penguji : Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., CA., Ak., BKP.
Sifat Ujian : Open Book
Catatan : “Dikerjakan secara individu”
SOAL KONSEP & KASUS
1. Jika Anda seorang “entrepreneur”, dan telah dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha
Kena Pajak), Langkah dan strategi apa yang harus Anda lakukan agar kewajiban pajak
Anda lebih efisien?
Berikan argumen dan alasan yang jelas!
Kondisi: Misal saya adalah seorang entrepreneur di bidang bakery.
Strategi agar kewajiban pajak lebih efisien
a. Tax Saving
Sebagai seorang entrepreneur yang memiliki usaha bakery, saya memutuskan
untuk memberikan bonus akhir tahun kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi atas
kinerja mereka. Awalnya, bonus ini saya berikan dalam bentuk voucher belanja
(natura), yang menurut peraturan pajak tidak dapat dibebankan sebagai biaya dalam
perhitungan PPh Badan.
Namun, saya kemudian mengubah kebijakan dengan memberikan bonus tersebut dalam
bentuk uang tunai, sehingga dapat diakui sebagai penghasilan karyawan dan
dikurangkan sebagai biaya dalam perhitungan PPh Badan.
Implikasi: Dengan mengubah bonus dari natura menjadi uang tunai, saya bisa
mengurangkan bonus tersebut sebagai biaya, sehingga beban pajak penghasilan badan
, berkurang. Kenaikan biaya PPh 21 dari karyawan karena bonus tunai tersebut menjadi
penghasilan tambahan karyawan. Meskipun PPh 21 naik, penurunan PPh Badan lebih
besar, sehingga secara keseluruhan ada efisiensi pajak.
b. Tax Avoidance
Penundaan Pembayaran Pajak
Sebagai pemilik bakery, saya sering menerima pesanan dalam jumlah besar dengan
pembayaran kredit. Untuk menunda pembayaran PPN terutang, saya merencanakan
untuk menerbitkan faktur pajak pada akhir bulan berikutnya setelah pengiriman produk
dilakukan. Misalnya, pesanan besar dilakukan pada bulan Maret, saya baru akan
menerbitkan faktur pajak pada akhir April sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Implikasi : Menunda penerbitan faktur pajak hingga akhir bulan berikutnya, saya dapat
menunda pembayaran PPN terutang tanpa melanggar peraturan. Penundaan ini
membantu menjaga arus kas perusahaan dengan memperlambat pengeluaran untuk
pembayaran pajak.
c. Mengoptimalkan Kredit Pajak yang Diperkenankan
Sebagai pemilik bakery, saya sering membeli solar dari Pertamina untuk operasional
pengiriman roti ke toko-toko. PPh 22 yang dipotong atas pembelian solar tersebut dapat
dikreditkan dengan pajak penghasilan badan bakery saya. Jika PPh 22 atas pembelian
solar dikreditkan, maka PPh Badan yang harus dibayarkan oleh bakery saya akan
berkurang.
Implikasi: Dengan mengkreditkan PPh 22, beban pajak penghasilan badan bakery saya
berkurang, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan jika PPh 22 tersebut hanya
dibebankan sebagai biaya. Sehingga saya dapat memaksimalkan penghematan pajak
dengan memanfaatkan kredit pajak yang diperkenankan.
d. Berinvestasi pada Produk Investasi dengan Pajak Rendah
Sebagai pengusaha bakery, salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan
sekaligus mengurangi beban pajak yakni dengan menginvestasikan keuntungan dalam
produk investasi dengan pajak rendah. Misalnya saham yang hanya memiliki tarif pajak
final ini sebesar 0,1% dari total nilai bruto transaksi penjualan saham. Kemudian ada
reksa dana di mana pajak untuk investasi reksa dana adalah 0%.
2. 1) Buatlah rekonsiliasi fiskal untuk mengetahui Penghasilan Kena Pajak PT. ABC !
2) Hitunglah PPh Pasal 29 Tahun Pajak 2023 !
NIM : F0322041
KELAS :B
UJIAN AKHIR SEMESTER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SEMESTER GENAP FEBRUARI – JULI 2024
PROGRAM STUDI: S1 AKUNTANSI
Mata Uji : Perpajakan 2
Hari / Tanggal : Rabu, 19 Juni 2024
Jurusan/SMT/Kelas : Akuntansi (Kelas B)
Waktu Ujian : 600 menit
Dosen Penguji : Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., CA., Ak., BKP.
Sifat Ujian : Open Book
Catatan : “Dikerjakan secara individu”
SOAL KONSEP & KASUS
1. Jika Anda seorang “entrepreneur”, dan telah dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha
Kena Pajak), Langkah dan strategi apa yang harus Anda lakukan agar kewajiban pajak
Anda lebih efisien?
Berikan argumen dan alasan yang jelas!
Kondisi: Misal saya adalah seorang entrepreneur di bidang bakery.
Strategi agar kewajiban pajak lebih efisien
a. Tax Saving
Sebagai seorang entrepreneur yang memiliki usaha bakery, saya memutuskan
untuk memberikan bonus akhir tahun kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi atas
kinerja mereka. Awalnya, bonus ini saya berikan dalam bentuk voucher belanja
(natura), yang menurut peraturan pajak tidak dapat dibebankan sebagai biaya dalam
perhitungan PPh Badan.
Namun, saya kemudian mengubah kebijakan dengan memberikan bonus tersebut dalam
bentuk uang tunai, sehingga dapat diakui sebagai penghasilan karyawan dan
dikurangkan sebagai biaya dalam perhitungan PPh Badan.
Implikasi: Dengan mengubah bonus dari natura menjadi uang tunai, saya bisa
mengurangkan bonus tersebut sebagai biaya, sehingga beban pajak penghasilan badan
, berkurang. Kenaikan biaya PPh 21 dari karyawan karena bonus tunai tersebut menjadi
penghasilan tambahan karyawan. Meskipun PPh 21 naik, penurunan PPh Badan lebih
besar, sehingga secara keseluruhan ada efisiensi pajak.
b. Tax Avoidance
Penundaan Pembayaran Pajak
Sebagai pemilik bakery, saya sering menerima pesanan dalam jumlah besar dengan
pembayaran kredit. Untuk menunda pembayaran PPN terutang, saya merencanakan
untuk menerbitkan faktur pajak pada akhir bulan berikutnya setelah pengiriman produk
dilakukan. Misalnya, pesanan besar dilakukan pada bulan Maret, saya baru akan
menerbitkan faktur pajak pada akhir April sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Implikasi : Menunda penerbitan faktur pajak hingga akhir bulan berikutnya, saya dapat
menunda pembayaran PPN terutang tanpa melanggar peraturan. Penundaan ini
membantu menjaga arus kas perusahaan dengan memperlambat pengeluaran untuk
pembayaran pajak.
c. Mengoptimalkan Kredit Pajak yang Diperkenankan
Sebagai pemilik bakery, saya sering membeli solar dari Pertamina untuk operasional
pengiriman roti ke toko-toko. PPh 22 yang dipotong atas pembelian solar tersebut dapat
dikreditkan dengan pajak penghasilan badan bakery saya. Jika PPh 22 atas pembelian
solar dikreditkan, maka PPh Badan yang harus dibayarkan oleh bakery saya akan
berkurang.
Implikasi: Dengan mengkreditkan PPh 22, beban pajak penghasilan badan bakery saya
berkurang, sehingga lebih menguntungkan dibandingkan jika PPh 22 tersebut hanya
dibebankan sebagai biaya. Sehingga saya dapat memaksimalkan penghematan pajak
dengan memanfaatkan kredit pajak yang diperkenankan.
d. Berinvestasi pada Produk Investasi dengan Pajak Rendah
Sebagai pengusaha bakery, salah satu cara untuk mencapai tujuan keuangan
sekaligus mengurangi beban pajak yakni dengan menginvestasikan keuntungan dalam
produk investasi dengan pajak rendah. Misalnya saham yang hanya memiliki tarif pajak
final ini sebesar 0,1% dari total nilai bruto transaksi penjualan saham. Kemudian ada
reksa dana di mana pajak untuk investasi reksa dana adalah 0%.
2. 1) Buatlah rekonsiliasi fiskal untuk mengetahui Penghasilan Kena Pajak PT. ABC !
2) Hitunglah PPh Pasal 29 Tahun Pajak 2023 !